Mengapa bekerja di laboratorium beresiko tinggi dan sering terjadi kecelakaan?

Mengapa bekerja di laboratorium bersiko tinggi untuk terjadinya kecelakaan? Kenapa hal ini sering terjadi?

Pada postingan ini kita akan membahas mengenai mengapa bekerja di laboratorium beresiko tinggi dan sering terjadi kecelakaan? Baca postingan ini sampai selesai dan jangan lupa share ke teman-teman kamu. Mungkin mereka membutuhkan.

Mengapa bekerja di laboratorium beresiko tinggi dan sering terjadi kecelakaan?

Alasan kenapa bekerja di laboratorium beresiko tinggi dan sering terjadi kecelakaan karena:

  1. Peralatan di laboratorium terbuat dari kaca yang mudah pecah. Jika tidak berhati-hati dapat pecah dan menimbulkan kecelakaan.

  2. Bahan-bahan laboratorium yang mengiritasi tenggorokan. Sebagian zat kimia berbahaya bagi manusia, misalkan gas asam klorida yang jika terhirup dapat membuat kerusakan ditenggorokan.

  3. Bahan-bahan laboratorium yang berbahaya bagi kulit. Zat-zat seperti asam sulfat, asam klorida, dan bahan kimia lain bisa menimbulkan iritasi kulit yang parah.

  4. Zat-zat kimia juga tidak bisa sembarang campur. Beberapa senyawa dapat menimbulkan ledakan, gas beracun atau iritan kuat jika dicampurkan degnan senyawa lainnya.

  5. Beberapa zat kimia juga berefek buruk untuk kesehatan. Misalkan gas Petroleum Eter yang dapat membuat mandul jika terhirup dalam jumlah cukup banyak. Ini sebabnya kenapa mencampurkan bahan-bahan ini dilakukan di lemari asam.

  6. Langkah-langkah kerja di laboratorium yang panjang. Semakin panjang dan banyaknya langkah-langkah yang dikerjakan selama praktikum dapan menyebabkan resiko kerja yang semakin besar juga. Untuk itu praktikan biasanya harus melalui pretest dulu sebelum praktik di laboratorium sehingga paham apa saja yang harus dilakukan selama di laboratorium.

  7. Bekerja dengan hewan percobaan. Hewan percobaan merupakan makhluk hidup yang terkadang tidak bisa kita kendalikan. Misalkan saat bekerja dengan tikus putih besar (Ratt). Sebagian praktikan “geli” yang menyebabkan tikus terlepas dari pantauannya. Inipun dapat menyebabkan kecelakaan.

Ada banyak penyebab kenapa bekerja di laboratorium berbahaya dan beresiko tinggi. Kira harus berhati-hati dan paham apa saja yang harus kita lakukan selama di laboratorium.

Cara aman ketika hendak melakukan praktikum di laboratorium

Bagaimana cara aman ketika hendak melakukan praktikum di laboratorium? Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan:

Cara aman ketika hendak melakukan praktikum di laboratorium
  1. Sebelum praktikum, mahasiswa atau siswa atau praktikan harus mengetahui langkah-langkah apa saja ayang harus dilakukan selama di laboratorium. Ini sebabnya kenapa sebagian laboratorium memberlakukan pretest. Pretest ini sebagai sortir awal untuk mengetahui praktikan mana yang siap dan mana yang tidak.

  2. Menggunakan APD (alat proteksi diri). Ini merupakan prosedur wajib saat bekerja di laboratorium. Contoh APD seperti jas laboratorium, google atau masker serta sarung tangan digunakan sesuai apa yang dikerjakan. Saat bekerja di lemari asam, wajib menggunakan sarung tangan dan masker.

    Jas laboratorium adalah pakaian wajib yang digunakan untuk melindungi diri kita dari percikan zat kimia. Jas laboratorium wajib memenuhi standar kualitas. Jika kamu mencari jas laboratorium berkualitas dengan harga murah, silakan hubungi grosir jas lab. Sudah terpercaya dan berpengalaman memproduksi jas lab kebutuhan kampus, sekolah, perusahaan (pabrik).

  3. Gunakan lemari asam saat bekerja dengan zat kimia berbahaya seperti asam pekat atau pelarut non polar.

  4. Pahami setiap langkah bekerja di laboratorium, termasuk saat bekerja dengan hewan percobaan. Setiap praktikan harus paham cara memegang dan memberlakukan tikus percobaan agar tidak terjadi kecelakaan.

Demikian langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah kecelakaan dan menurunkan resiko.

Mengapa harus minum susu setelah dari laboratorium

Setelah selesai praktikum atau bekerja di laboratorium, konsumsilah susu. Susu memiliki peran sebagai antidotum yang dapat mengurangi atau meminimalisir efek bahan kimia yang secara sengaja atau tidak sengaja masuk ke tubuh.

Selain susu juga makanan sumber antioksidan tinggi seperti buah segar yang kaya vitamin C, sayuran segar dan juga tempe.

Kesimpulan mengapa bekerja di laboratorium beresiko tinggi dan sering terjadi kecelakaan

Bekerja di labratorium beresiko tinggi terhadap kesehatan dan sering terjadi kecelakaan. Untuk itu kamu harus selalu paham apa yang kamu kerjakan di laboratorium dan selalu berhati-hati bekerja terutama dengan zat-zat yang berbahaya.

Baca juga postingan kami mengenai tata tertib praktikum di laboratorium.


admin

Ahmad, S.Far., Apt. Adalah author (penulis) dari setiap postingan blog di website ini. Merupakan lulusan jurusan farmasi sehingga sudah menguasai seluk beluk jas laboratorium dan seluk beluk kefarmasian. Mulai tahun 2012 fokus dalam usaha konveksi dengan salah satu produk adalah jas laboratorium.

Tinggalkan komentar