Jelaskan Peranan Ilmu Kimia Dalam Bidang Farmasi

Peranan ilmu kimia dalam bidang farmasi sangatlah erat. Mempelajari ilmu kimia saat belajar di dunia farmasi adalah kewajiban.

Farmasi mempelajari segala sesuatu terkait obat, mulai dari mempelajari kandungan bahan aktif, mengekstrak atau mengisolasi bahan aktif, formulasi obat atau pembuatan obat. Setelah obat jadipun tetap dipelajari mengenai analisis untuk quality controlnya. Semua proses ini membutuhkan ilmu kimia.

Jika kamu mencari jawaban pertanyaan hubungan ilmu kimia dengan bidang farmasi, silakan baca postingan ini sampai habis. Jangan lupa juga share informasi ini ke taman-teman kamu, mungkin mereka butuh.

Apabila kamu mencari grosir jas lab berkualitas dengan harga terjangkau serta melayani penjualan ecer atau grosir, silakan menuju grosir jas lab. Penawaran jas labnya sangat menarik.

Jelaskan peranan ilmu kimia dalam bidang farmasi

Ilmu kimia sangat berperan dalam dunia farmasi yang erat kaitannya dengan dunia obat-obatan. Ilmu kimia berperan dalam hal:

Peranan Ilmu Kimia Dalam Bidang Farmasi
  1. Analisa bahan aktif

    Pengobatan diawali dengan mempelajari bahan kimia berkhasiat dari bahan alami. Farmasi mempelajari kemungkinan bahan kimia apa yang terdapat di dalam bahan baku yang berkhasiat obat.

    Misalkan dari daun kumis kucing yang memiliki khasiat memperlancar saluran kemih. Farmasi mempelajari apa saja kandungan kimia dari daun tersebut dan menelitinya.

    Menganalisa bahan kimia yang terkandung dalam bahan baku inilah yang membutuhkan pengetahuan ilmu kimia.

  2. Mengekstrak dan mengisolasi bahan kimia berkhasiat

    Farmasi bisa mengekstrak atau mengambil bahan kimia berkhasiat dari dalam bahan baku (simplisia). Mengekstrak ini membutuhkan pengetahuan tentang sifat dari bahan kimia berkhasiat yang ingin di ambil dan bahan kimia yang lain yang terkandung di dalam bahan obat.

    Sekali lagi, ilmu mengekstrak bahan kimia berkhasiat ini membutuhkan ilmu kimia.

  3. Membuat formulasi obat

    Panjang proses untuk membuat obat. Dimulai dari analisa, uji laboratorium, uji klinis dan berbagai macam uji yang lain. Salah satu prosesnya adalah formulasi obat.

    Menyusun formula obat sehingga bisa berkhasiat merupakan ilmu yang diajarkan di dalam bidang farmasi. Formuasi ini membutuhkan pengetahuan yang mendalam. Sebagai contoh, membuat sediaan tablet. Selain bahan berkhasiat, bahan tambahan seperti bahan pengeras, bahan pengisi, bahan penghancur harus dikuasai olah seorang farmasi.

    Pengetahuan ini merupakan pengetahuan dari ilmu kimia dan fisika.

  4. Farmakoterapi

    Setelah mendapatkan formulasi, seorang farmasis juga harus mengetahui apa yang terjadi terhadap bahan kimia tersebut di dalam tubuh. Bagaimana bahan kimia tersebut dapat berkhasiat.

    Farmasi juga harus paham interaksi obat. Bahan kimia obat dan bahan kimia tambahan lainnya bisa jadi berinteraksi dengan bahan kimia lain seperti makanan atau bahan obat lainnya. Ilmu interaksi obat namanya.

Dunia farmasi tidak lepas dari ilmu kimia. Seorang farmasi haruslah memiliki pengetahuan yang mendalam terhadap ilmu kimia.

Kenapa Farmasi Belajar Kimia?

Alasan kenapa farmasi belajar kimia adalah agar mereka dapat mengetahui cara membuat obat yang baik dan benar sesuai CPOB (dari bahan baku, formulasi obat, menganalisa obat, dll). Semua membutuhkan ilmu kimia yang mendalam, karena semua bahannya adalah bahan kimia.

Farmasi juga harus mengetahui cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB) yang cara pembuatannya tidak lepas dari ilmu kimia. Ilmu kimia dalam pembuatan obat tradisional terkait dengan pengetahuan bahan kimia obat, mengestrak dan menganalisasi interaksi bahan kima tersebut.

Farmasi juga berperan dalam menganalisa bahan kimia yang beredar di masyarakat. Bahan kimia yang beredar di masyarakat bukan hanya obat saja, tapi juga termasuk makanan, minuman, bahan kosmetik, bahan pembersih rumah tangga, dll. Bidang farmasi harus paham mengenai kandungan bahan kimia dari bahan-bahan tersebut.

Ada banyak alasan kenapa farmasi belajar kimia. Yang pasti jika kamu ingin masuk ke bidang farmasi, maka tidak boleh”alergi” dengan ilmu kimia. Hampir 70% mata kuliahnya terkait dengan ilmu kimia. Salah satunya tentang fitokimia.

Kenapa farmasi harus belajar fitokimia?

Alasan kenapa farmasi harus belajar fitokimia adalah karena bahan alami yang digunakan sebagai obat bisa didapatkan atau sering didapatkan dari tumbuhan walaupun tidak selalu. Bahan obat bisa didapatkan dari bahan tumbuhan, hewan atau dari mineral.

Fitokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang senyawa kimia yang terdapat di dalam tumbuhan, bisa pada bagian daun, bunga, batang, akar, buah atau keseluruhan tubuh tumbuhan. Fito= tumbuhan dan kimia=kimia.

Dengan mempelajari fitokimia, seorang farmasis dapat memprediksi kemungkinan bahan berkhasiat seperti apa. Fitokimia mempelajari skrining bahan kimia sehingga didapatkan bahan kimia merupakan kelompok apa.

Apakah saponin, flavonoid, tanin, triterpenoid dan steroid, alkaloid, minyak atsiri, atau glikosida. Setiap kelompok bahan memiliki ciri dan khasiat masing-masing.

Setelah menskrining bahan kimia di tumbuhan, kemudian bahan kimia diekstrak atau tidak diekstrak, kemudian dicobakan secara laboratorium, dicobakan kepada hewan percobaan dan dicobakan kepada manusia. Semua bertahap dan ada ilmunya masing-masing.

Inilah gunanya mempelajari fitokimia di dalam bidang farmasi.

Peranan kimia dalam bidang farmasi

Peranan kimia dalam bidang farmasi tidak hanya seperti yang disebutkan di atas. Masih banyak ilmu farmasi lainnya yang berkaitan dengan ilmu kimia, misalnya:

  1. Biokimia,
    Biokimia mempelajari kimiawi di dalam tubuh. Bio=makhluk hidup dan kimia=kimia.
  2. Kimia organik,
    Mempelajari bahan kimia dari bahan organik (bahan hidup).
  3. Kimia anorganik,
    Kebalikan dari kimia organik, kimia anorganik mempelajari bahan kimia dari bahan yang tidak hidup.
  4. Kimia analisa,
    Menganalisa berbagai bahan di masyarakat seperti makanan, obat, minuman, kosmetik dan lainnya. Tidak hanya itu, kimia analisa cakupannya sangat luas.
  5. Kimia fisika,
    Biasaya kaitannya dengan formulasi obat, misalkan pengaruh bahan kimia terhadap kekerasan tablet, waktu hancur tablet, tingkat kekentalan sirup, titik leleh suppositoria, dan lain sebagainya.
  6. Kimia sintesis,
    Membuat bahan kimia dari mencampur berbagai bahan kimia.
  7. Farmakoterapi
    Mempelajari bagaimana bahan kimia berefek di dalam tubuh.

Ini hanya sebagian dari mata kuliah di farmasi yang berkaitan dengan ilmu kimia. Ilmu kimia sangat erat kaitannya dengan dunia farmasi.

Kesimpulan ilmu kimia dengan bidang farmasi

Kesimpulan tentang ilmu kimia dalam bidang farmasi adalah sangat erat. Ilmu kimia merupakan ilmu dasar dalam belajar farmasi disamping ilmu biologi, fisika, matematika (ilmu sains lainnya).

Harus rajin belajar ilmu kimia jika kamu ingin mendalami bidang farmasi dengan baik. Selain ilmu kimia, kamu juga harus memperdalam ilmu biologi, ilmu fisika, ilmu sains lainnya.

Dunia farmasi sangatlah luas. Di farmasi tidak hanya belajar kimia saja atau ilmu sains. Kita pun diajarkan ilmu sosial karena farmasi berhubungan langsung dengan pelanggan di apotek atau dengan para pekerja di pabrik obat.


admin

Ahmad, S.Far., Apt. Adalah author (penulis) dari setiap postingan blog di website ini. Merupakan lulusan jurusan farmasi sehingga sudah menguasai seluk beluk jas laboratorium dan seluk beluk kefarmasian. Mulai tahun 2012 fokus dalam usaha konveksi dengan salah satu produk adalah jas laboratorium.

Tinggalkan komentar